Aplikasi Hybrid adalah aplikasi yang pengembangannya menggabungkan antara aplikasi native dan aplikasi web mobile. Yang awalnya aplikasi web kemudian diubah dalam sebuah tool sehingga menjadi kode native. Beberapa tool untuk mengembangkan aplikasi hybrid antara lain Phonegap, Xamarin, Ionic dan lainnya. Aplikasi hybrid ini dikembangkan menggunakan HTML5 dan JavaScript. Untuk dapat menggunakannya kita dapat download di masing-masing market platform. Inilah perbedaan utama antara aplikasi web dan apliaksi hybrid. Aplikasi web mobile tidak tersedia di market, sebaliknya hybrid sudah tersedia.

Kelebihan :

  1. Dapat berfungsi dalam kondisi baik online maupun offline
  2. Integrasi dengan file sistem perangkat
  3. Integrasi dengan web-services
  4. Embed dengan browser untuk meningkatkan akses ke kontent online secara dinamis
  5. Kinerja loading yang lumayan cepat
  6. Hemat biaya perawatan dan pembuatan
  7. Sebagian besar aset yang dibutuhkan oleh halaman web disimpan dalam paket aplikasi pada perangkat, bukan pada server

Kekurangan :

  1. Biasanya pengembangan aplikasi hybrid harus menggunakan framework
  2. Dalam sisi performa masih belum bisa melewati aplikasi native
  3. Tidak mudah bagi pemula untuk mengembangkannya

Jenis-jenis Aplikasi pada Smartphone Android

Di PlayStore, tak kurang dari 25 jenis aplikasi yang tersedia berdasarkan kategori. Berikut beberapa jenis-jenis aplikasi pada smartphone Android.
a)    Tools Application
Manfaat dari aplikasi jenis ini adalah untuk meningkatkan peforma dan fungsi dari smartphone Android. Kategori ini mempunyai sekitar 2153 aplikasi yang masing-masing telah di download lebih dari 50.000 kali. Beberapa contoh aplikasinya adalah 360 Security, Clean Master, Google Translate, Greenify, Audio Recorder dan lain sebagainya.
b)    Social Application
Aplikasi jenis ini membuat orang terhubung dengan banyak orang lainnya hanya dengan menggunakan smartphone. Beberapa contoh aplikasi adalah Facebook, Instagram, Twitter, Google+, dan lain-lain.
c)    Communication Application
Aplikasi jenis ini membuat pengguna dapat berinteraksi dengan pengguna lainnya melalui obrolan chat maupun suara. Aplikasi dengan jenis Communication memungkinkan kita untuk saling berkirim gambar, musik, dan file untuk saling dibagikan. Sehingga tak mengherankan bila aplikasi jenis ini paling banyak dipasang oleh pengguna Android. Beberapa aplikasi komunikasi yang populer digunakan diantaranya adalah BBM, WhatsApp Messenger, LINE, Facebook Messenger, WeChat, KakaoTalk, dan sebagainya.
d)    Photography Application
Photography Application adalah jenis aplikasi yang dapat digunakan untuk keperluan fotografi. Aplikasi ini bekerja dengan bantuan kamera yang terdapat pada smartphone untuk dapet memotret atau merekam video. Beberapa aplikasi populer berjenis Photography adalah Camera360, PicsArt, B612, Magisto, MomentCam, serta Adobe Photoshop.
e)    Education Application
Manfaat dari aplikasi jenis ini ialah dapat membatu dalam edukasi bagi siswa, anak-anak, atau umum. Diantaranya adalah Game Edukasi Anak, Anak Cerdas, Cerdas Matematika, Duolingo: Belajar Bahasa Gratis, dan lain-lain.
f)    News and Magazines Application
Aplikasi jenis ini merupakan aplikasi berita dan majalah yang dapat dibaca melalui smartphone secara langsung. Setiap hari akan ada update berita dari berbagai media massa online yang dapat dibacanya secara gratis. Beberapa aplikasi jenis ini diantaranya adalah BaBe, Kurio, Detik, VivaNews, Kompas, dan lain sebagainya.
g)    Entertainment Application
Entertainment Application adalah aplikasi yang sifatnya hiburan. Aplikasi ini bertujuan untuk menghibur pengguna smartphone dengan memberikan layanan berupa musik,  games, TV, hingga streaming video.

Aplikasi native adalah aplikasi mobile yang dikembangkan secara khusus untuk satu sistem operasi. Contohnya adalah pengembangan android hanya untuk android saja, atau Objective-C/Swift hanya untuk ios saja. Yang mana keduanya memiliki IDE (Integrated Development Environment) masing-masing. Untuk membuat aplikasi android, IDE yang digunakan adalah Android Studio. Sedangkan untuk membuat aplikasi ios, IDE yang digunakan adalah XCode. Untuk menggunakan produk aplikasi native, kita tinggal download di playstore untuk android dan appstore untuk ios.

Kelebihan :

  1. UI dan UX yang alami sangat baik
  2. Interaksi antar aplikasi sangat konsisten
  3. Kualitas dan keamanannya terjamin aman

Kekurangan :

  1. Pengembangan tidak mudah karena menggunakan bahasa API (Application Programming Interface) yang spesifik
  2. Aplikasi hanya berkerja pada platform tertentu
  3. Biaya pengembangan dan maintenance yang lebih mahal

Sesuai pertanyaan di atas, keahlian apa yang dibutuhkan seseorang untuk membuat aplikasi di Android? Jawabannya yaitu, anda harus menguasai bahasa pemograman Java dan android SDK.

Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan baik di komputer ataupun ponsel dan merupakan bahasa pemograman yang bersifat umum. Java merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berorientasi objek dan dapat dijalankan (Run) pada segala jenis sistem operasi (OS) karena perkembangan Javaa ini tiak hanya terfokus pada satu sistem operasi saja tetapi dikembangkan untuk segala macam jenis sistem operasi dan bersifat open source.

Sedangkan Android SDK (Software Development Kit) adalah sebagai library emulator untuk menjalankan aplikasi android pada komputer. Android SDK merupakan tools bagi para programmer yang ingin mengembangkan aplikasi berbasis google android. Android SDK mencakup seperangkat alat pengembangan yang komprehensif. Android SDK terdiri dari debugger, libraries, handset, emulator, dokumentasi, contoh kode dan tutorial. Install Android SDK sesuai versi android yang ingin anda gunakan. Untuk instalasi anda perlu koneksi internet, karena SDK akan mencari library yang anda butuhkan sendiri dan dibutuhkan waktu yang lama dan kuota yang banyak. 

Bagi anda yang ingin belajar cara membuat aplikasi android, tips untuk pemula ini bisa dijadikan bahan pembelajaran awal, dimana dari segi pola pikir yang harus ditanamkan bagi seorang pemula adalah:

  • Mau belajar berusaha dan mencoba dari sumber pembelajaran yang tersedia di Internet.
  • Sebelum bertanya, berusaha dulu untuk memahami sumber pembelajaran yang tersedia di Internet
  • Tidak pernah berhenti belajar, tidak peduli seberapa besar ilmu yang telah didapatkan
  • Update perkembangan Android dan teknologi terkini.
  • Jika ada bug atau error, berusaha dulu menganalisis dan mencari solusinya, atau bisa copy-kan pesan error lalu translate. Semakin banyak error atau bug yang ada, semakin banyak belajar dan ilmu yang telah didapatkan.
  • Jangan malas belajar berbahasa Inggris, minimal untuk kemampuan reading, karena tutorial-tutorial atau sumber informasi pembelajaran yang tersedia di internet, kebanyakan memakai Bahasa Inggris.
  • Selalu berbagi (share) pengalaman dan mengajarkan ilmunya ke orang lain. Karena menurut riset metode pembelajaran yang terbaik, porsi yang terbesar (90%) yaitu dengan mengajari atau membagikan ilmunya ke orang lain.porsi dibawahnya (75%) learning by doing, atau dengan kata lain belajar sambil praktek langsung.
  • Tidak hanya kerja keras, kita dituntut kerja cerdas juga.
  • Ingat, tidak ada jalan pintas untuk sukses

Jangan 100% mengikuti tutorial. Maksudnya disini kita bisa kreasikan Aplikasi kita jadi tidak meniru 100% di tutorial, dan membuat kemungkinan jika kita melakukan ini itu bagaimana ya hasilnya, atau bagaimana ya tampilanya. Jadi tutorial biasanya akan hanya mengajarkan cara atau langkah-langkah. Nah kita sebagai pembelajar harus mengembangkan aplikasi yang ada di tutorial, melakukan eksperimen, mencoba hal-hal yang baru dan berbeda. Intinya, sumber informasi pembelajaran hanya membuat tutorial cara membuat macam-macam aplikasi, sedangkan pembaca atau pelajar bertugas mengembangkannya

Banyak yang bertanya berapa lamakah waktu yang dibutuhkan untuk belajar cara membuat aplikasi Android. Ini adalah pertanyaan yang sangat umum, sehingga anda akan mendapatkan jawaban yang relatif umum juga. Berapa lama seseorang belajar membuat aplikasi android, tergantung pada :

Apakah anda pernah belajar programing sebelumnya? Jika iya , apakah anda berpengalaman dengan bahasa pemograman Java? Jika jawaban untuk kedua pertanyaan tersebut adalah iya , maka anda tidak perlu belajar begitu lama tentang cara membuat aplikasi, terutama pemograman android. Jika jawabannnya tidak , maka anda harus memulainya dengan mempelajari dasar-dasar programming. Belajar tentang coding disini
Apakah Anda memiliki pengetahuan tentang Back-end / Database? Back-end untuk aplikasi pengirim pesan (messaging app ) bisa relatif mudah atau sangat kompleks, tergantung dari jenis-jenis pesan. Bisakah pesan di kirim ke group atau hanya perorangan? Dapatkan pesan-pesan tersebut di edit, diperbaharui, atau dihapus ? Dapatkah mereka ditandai sebagai spam ? Ada banyak hal yang perlu di pertimbangkan.
Apakah anda mengetahui tentang Desain grafis / UX desain? Membuat aplikasi itu tidak hanya belajar coding . Jika anda sedang membangun suatu aplikasi sebagai perangkat internal atau hanya untuk bersenang-senang, mungkin syarat no. 3 ini kurang penting bagi anda. Namun, jika anda sedang membangun aplikasi untuk sebuah bisnis, agar bisa membuat keuntungan, maka bagian ini amat sangat penting. Ada 700.000 ribu lebih apalikasi di PlayStore sekarang ini, maka aplikasi harus dirancang dengan baik agar dapat bersaing dengan yang lain.

Jika aplikasi yang kamu buat bergantung pada data rahasia, kami sarankan kamu untuk mempertimbangkan tips di bawah dan lakukan tes penetrasi untuk memastikan keamanan maksimum.

1. Evaluasi resiko

Evaluasi resiko yang bijak adalah tahap pertama yang akan membantu mu memilih apakah baik untuk menerima resiko residual atau melakukan beberapa hal untuk meminimalisir resiko. Tiga pertanyaan penting yang harus kamu tanyakan ke kamu sendiri: Apa itu resiko? Apa kerugiannya? Apa kelemahan dari aplikasi tersebut?

2. Kelanjutan implementasi keamanan

Saat kita berbicara tentang keamanan aplikasi, tidak ada mantra sihir yang bisa dipakai oleh pembuat aplikasi untuk membuat aplikasi tidak diretas saat proses pembuatan selesai. Keamanan adalah proses. Harus dimulai dari fase perencanaan, maupun saat melakukan tes penetrasi sebelum dirilis.

3. Prinsip dari paling istimewa

Mendesain aplikasi, hanya membutuhkan izin yang sangat penting untuk tujuan utama aplikasi mu

4. Masukkan validasi

Pastikan kalau pembuatmu melaksanakan cek input, memvalidasikan kalau input yang diharapkan. Tidak lebih dan tidak kurang, sebelum aplikasi memulai prosesnya.

5. Amankan otentikasi

Di saat mendesain system otentikasi, perhatikan ke dua keanehan di perangkat seluler: sesi episodik, dan cara yang tidak nyaman untuk mengetik. Penyelidikan yang tepat dari semua potensi resiko harus ada untuk mendapatkan keseimbangan antara bisa dipakai dan keamanan.

6. Sandi yang kuat

Selain menurunkan peluang diretas untuk mengakses data pemakai, sandi juga berefek ke kekuatan dari enskirpsi.

7. Pengecekan kekuatan sandi

Pemakai biasanya memilih untuk memakai sandi yang lemah dan cepat untuk diketik daripada bersusah untuk memasukkan sandi susah dana man untuk membuka perangkat mereka. Sehingga jika keamanan termasuk prioritas utama dari proyek mu, jangan percaya ke pengguna dan mempertimbangkan pengecekan kekuatan sandi.

8. Proteksi data

Pilih data apa yang sebenarnya kamu harus simpan: lebih sedikit yang disimpan, lebih sedikit yang harus dilindungi.

9. Remote wipe

Sistem wipe sangat berguna dan efektif untuk perlindungan data, tapi tidak begitu mujarab. Bisa dengan gampang dilucutkan dengan cara mematikan koneksi internet.

10. Enskripsi data

Kata “enskirpsi” biasanya bermaknsa sama dengan solusi aman, tapi banyaknya kasus pengambilan kartu kredit semakin bertambah setiap tahun. Dengan demikian, pertanyaan kritis untuk di pertimbangkan bukanlah teknik enskripsi apa melainkan bagaimana cara mengimplementasikan dengan baik dan benar.

11. Proteksi kode enskripsi

Untuk proteksi kode enskripsi, tidak cukup hanya bergantung pada perangkat biasa seperti iOS’ Keychain dan Android’s sharedpreference file.

12. Resiko dari layanan cloud

Jika kamu memilih layanan cloud sebagai penyimpanan luar, jangan lupa kalau itu harus digunakan dengan hati-hati. Bahkan jika layanan cloud punya banyak keuntungan, cloud tidak selalu menjadi solusi terbaik di bidang keamanan.

13. HTTPS

Menggunakan SSL security protocol daripada koneksi HTTP membantu untuk mengurangi resiko karena menyiratkan data yang akan di enskripsi.

14. Koneksi Bluetooth yang aman.

Bluetooth menyediakan hanya layanan di tingkat perangkat, tidak tingkat pengguna, dan tidak bisa membatasi akses ke data yang sensitive ke data yang berwenang. Sehinggapembuat seharusnya menyediakan pengendalian keamanan yang layak yang menawarkan fitur keamanan tingkat identitas, seperti otentikasi pengguna dan wewenang pengguna.

15. Login: gunakan dengan hati-hati

Sebelum merilis aplikasi mu, kamu harus memastikan bahwa tidak ada informasi yang rahasia di log. Solusi terbaik adalah membuka log lain untuk debug dan versi rilis yang lain.

16. Tes

Testing adalah prosedur yang sering ada dan jarang ada aplikasi yang dianggap selesai sebelum melakukan tes yang baik dan benar.

  1. Pengetahuan Dasar JAVA & XML

Pengetahuan ini sangat penting karena bahasa java dianggap sebagai bahasa pemrograman dasar untuk pengembangan aplikasi android. Jika anda tidak pernah belajar Java namun tiba-tiba anda meng-coding anda tentunya akan mengalami kesulitan, konsep seperti Class, Package, access modifier(public/private/protected) dan konsep lainnya harus anda pelajari terlebih dahulu. XML adalah bahasa markup yang banyak dipakai untuk berbagai keperluan. XML dipakai di Webservice, Konfigurasi, Layout dan berbagai keperluan lain di dunia programming. XML sebenarnya tidak susah untuk dipelajari, yang perlu anda pahami hanya aturan aturan dasarnya saja dan bagaimana cara menulis XML dan cara membacanya, kuasai dua hal tersebut.

2. Pemilihan Library Android yang Terkini

Gunakan fungsi library pada android studio, untuk mempercepat pengerjaan project pengembangan aplikasi di android, kita biasanya tidak lepas dari menggunakan library-library open source yang sangat membantu dalam pengembangan aplikasi kita. Karena banyaknya library yang tersedia di github dan lainnya kadang kita kebingungan menentukan library mana yang akan kita pakai. Sangat penting kita mengupdate informasi tentang fungsi library ini dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti :

a. Fungsional

Kita harus memilih library yang memiliki fungsi yang cukup untuk aplikasi kita, semisal dapat dilakukan oleh satu library cukup dengan satu library saja.

b. Read Me & Quick Start

Kita harus periksa Read Me dan Quick Start dari library tersebut karena sangat membantu sekali nantinya. Karena masing-masing library memiliki method dan teknik penggunaan yang berbeda pula, pilihlah yang semudah dan se-efisien mungkin dalam mempelajarinya, agar tidak menghabiskan waktu dalam mempelajari mengintegrasikan library tersebut pada aplikasi kita.

c. Source Code

Source code dari library apakah tersedia atau dalam bentuk open source, karena apabila kita inginmeng-customize dengan kebutuhan aplikasi kita dapat menelusuri method-method yang ada di library tersebut.

d. Visualisasi

Visualisasi library tersebut yakni video tutorial, screenshots, demo aplikasi yang menggunakan library tersebut, dan real aplikasi yang ada di Playstore yang menggunakan library tersebut. Berdasarkan hal tersebut kita sangat memberikan kredibilitas atas kemampuan dari library.

e. Dokumentasi

Library tersebut dibuat dengan dokumentasi yang baik yang menujukan class-class yang ada serta reference yang dapat kita akses semudah mungkin demi menunjang proses mempelajari dan integrasi library dengan aplikasi kita.

f. Histori Aktivitas & Komunitas

Jika library tersebut sudah sangat lama tidak di update atau terdapat banyak issue, dapat dijadikan pertimbangan dalam pemilihan library karena menyangkut dengan pengembangan aplikasi kita ke depan yang bersangkutan dengan library tersebut.

3. Mencari Referensi

Untuk menjadi developer yang baik sebaiknya teman teman selalu mengupdate informasi dengan hal hal terbaru di dunia android, dengan berbagai cara misalnya mengunjungi beberapa situs website yang menyediakan sumber-sumber informasi terbaru. Mengikuti suatu komunitas atau forum untuk saling bertukar pendapat atau pandangan dengan pengembang lainya.

4. Berkerja dalam Tim

Beberapa orang suka bekerja sendiri, tapi akan lebih baik bekerja sama karena sejumlah aspek dapat dikerjakan secara bersamaan, bagaimana tidak jika teman teman memiliki sebuah tim yang dapat menutupi kekurangan satu sama lain, tentunya akan lebih efektif dan sesuai dengan target yang akan teman teman capai.

Lalu hal apa saja yang perlu di perhatikan dalam membangun sebuah Team Dev yang solid, efektif, dan efisien? Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain adalah:

Visi & Misi serta Target yang Jelas
Komunikasi yang intens & berkualitas
Spesialisasi skill yang terarah
Ketersediaan waktu bersama
Kreatifitas dan Pengembangan Diri

5. Utamakan Kualitas dari Pada Kuantitas

Beberapa developer memiliki pemikiran bahwa semakin banyak aplikasi yang dikembangkan maka mereka akan semakin sukses, namun sayangnya hal ini jarang terjadi. Lebih baik developer menginvestasikan waktu mereka untuk menciptakan satu aplikasi berkualitas dibanding membuat 3 aplikasi kualitas rata-rata.

6. Pikirkan Segi Bisnis

Kebanyakan para developer hanya fokus pada teknologi ketika mengembangkan aplikasi. Apabila aplikasinya berbayar maka kamu harus memikirkan target pasar dan apakah aplikasimu dapat dilihat oleh pengguna Android. Jika aplikasinya gratis maka kamu harus memikirkan cara menghasilkan keuntungan dengan konten premium atau iklan.

7. Memahami Arsitektur Android

Membuat aplikasi android itu ada aturan mainnya Misalnya desain, komponen, pattern, dan masih banyak lagi. Untuk itu ada baiknya bila Anda mengawali dengan memahami apa itu android dan cara mengembangkan desainnya. Tentu Anda tidak ingin membuat aplikasi android yang pasaran bukan Karena itu, Anda harus hadir dengan desain beda yang unik dan menarik. Agar bisa mewujudkan hal tersebut tentu Anda perlu memahami arsitektur android lebih dulu.User Interface dan Experience

User Interface dan Experience

Hal penting lain dalam pembuatan aplikasi yaitu tampilan dan penggunaan, sejumlah web seperti Android Niceties, Android Holo Color Generator, Android UI & UX, dan Android Asset Studio bisa diakses untuk membantu pengembangan aplikasi oleh android developer pemula. Seorang developer harus paham betul dalam mendesain tampilan antar muka antara pengguna dan sistem adalah hal yang perlu dicermati. Hal ini bertujuan untuk bagaimana cara memanjakan pengguna secara tampilan dan kegunaan fungsi yang dibuat, seorang developer harus mempertimbangkan user dari segi pemakaian.

  1. Belajar Sepanjang Hayat

Seorang developer harus peka terhadap perkembangan teknologi yang semakin hari semakin maju guna mengimbangi hal tersebut, developer dituntut mempelajari sesuatu yang baru setiap harinya. untuk menghilangkan jarak antara teknologi hardware dan software. Oleh karena itu Belajar bagaimana membuat sebuah aplikasi cukup sederhana ataupun kompleks Anda bisa melakukannya dimana saja, anda dapat mempelajari secara online ataupun offline.

  1. Jangan sampai kehabisan data

Jangan terjebak hingga kehabisan data lagi. Ada pelacak data yang terpasang di ponsel Android yang menyimpan tabs di mana ‘posisi’ Anda dalam penggunaan data. Pilih menu Pengaturan dan kemudian klik Penggunaan Data. Pelacak data dapat disesuaikan untuk mencocokan siklus tagihan atau isi ulang paket data Anda.

2. Bijaksana atas apa yang disebarkan

Ketahui aplikasi apa saja yang menggunakan informasi Anda. Jangan sampai telat mengetahui bahwa foto-foto dan musik pilihan Anda telah dibagikan kepada publik kecuali Anda menginginkannya.

Pilih menu Pengaturan, kemudian pilih Pengaturan Aplikasi. Pilih aplikasi tertentu. Seharusnya, aplikasi ini menampilkan daftar data apa saja yang mereka gunakan.

Pada versi Android yang lebih baru, Anda bahkan mendapatkan lebih banyak kontrol terhadap informasi apa saja yang dibagikan oleh aplikasi Anda. Misalnya, Anda dapat membagikan foto tetapi tidak membagikan lokasi dan sebaliknya.2. Membuat baterai tahan lama

3. Membuat baterai tahan lama

Jika di ponsel terdapat mode hemat baterai, Anda bisa mengaktifkannya menyala secara otomatis ketika mencapai persentase daya yang rendah (15% atau 5% biasanya menjadi pilihan untuk model yang lebih baru).

Pada mode hemat baterai, fitur-fitur tertentu seperti layanan lokasi dan pembaruan email kemungkinan akan diaktifkan. Trik sederhana ini dapat memberikan Anda ekstra 1 jam atau lebih dari daya aktif baterai ketika sedang tidak bisa melakukan isi ulang baterai.

4. Membuat ponsel lebih personal

Salah satu bagian paling keren sebagai pengguna smartphone adalah, mengutak-atik perangkat tersebut hingga benar-benar personal, sesuai kebutuhan. Semua aplikasi di smartphone bisa diatur untuk memprioritaskan mana yang paling sering digunakan.

5. OK Google!

Fitur voice assistant akan jauh lebih memudahkan penggunaan ponsel. Pengguna hanya perlu mengatakan ‘OK Google!’ untuk mengaktifkannya, dan akan muncul ikon mikrofon yang akan mengikuti perintah si pengguna. Hal ini akan berguna, misalnya ketika mereka harus membuka Google Maps saat tangan sedang sibuk menyetir.

Hampir semua kebutuhan masyarakat dapat terbantu dengan adanya berbagai macam aplikasi mobile yang tersedia. Kebutuhan komunikasi, transportasi, pekerjaan hingga hobby bisa Anda dapat dari penggunaan aplikasi mobile.

Namun, bukan hal yang mudah untuk membuat aplikasi mobile baik Android maupun iOS. Anda harus mengetahui apa saja elemen penting yang dibutuhkan untuk bisa membuat sebuah aplikasi mobile. Perhatikan beberapa hal berikut:

1. Tempat Aplikasi Akan Digunakan

Langkah pertama yang harus dilakukan ketika membuat aplikasi mobile adalah memikirkan tentang di mana atau seperti apa aplikasi tersebut akan digunakan. Ingat, belum tentu aplikasi yang Anda buat bisa digunakan di mana saja atau kapan saja.

Anda harus spesifik memikirkan tentang di mana tempat user akan memakai aplikasi mobile tersebut karena hal ini akan mempengaruhi desain aplikasi mobile Anda nantinya.

Misalnya aplikasi tersebut berhubungan dengan aspek geo-location yang harus terhubung dengan Global Positioning System (GPS) dan akan digunakan ketika user sedang berjalan.

Untuk aplikasi jenis ini pastikan fungsi dasarnya dapat diakses dan dilihat dengan mudah mengingat user menggunakannya selagi mereka bergerak.

Aplikasi yang akan digunakan dalam keadaan user sedang berjalan/bergerak harus fokus pada teks yang besar dan mudah dibaca serta dapat dengan mudah di-scroll.

2. Definisikan Tujuan Utama Aplikasi

Pendekatan yang berorientasi tujuan adalah cara yang paling “aman” untuk membuat aplikasi mobile yang efektif dan sukses. Maksud di sini adalah Anda harus memikirkan dengan matang mengenai tujuan apa yang ingin dicapai dari aplikasi mobile yang akan Anda buat.

Buat riset tentang apa saja kebutuhan masyarakat dan pelanggan Anda, apa yang mereka gunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari mereka dan bagaimana Anda bisa membantunya. Tujuan utama yang jelas akan menjadi panduan Anda dalam membuat dan mengembangkan mobile aplikasi tersebut.

3. Desain yang Jelas

Tidak hanya desain aplikasi yang jelas, melainkan juga desain pada semua aspek termasuk tentu saja fitur aplikasi. Anda harus memastikan bahwa Anda dan user memiliki pemahaman yang sama mengenai fungsi dan penggunaan aplikasi ketika membuat aplikasi mobile tersebut.

Jangan membuat desain sesuka hati dan malah membingungkan user. Ketika membuat aplikasi mobile, pastikan menu dibuat sederhana dan mudah dibaca sehingga memudahkan user dalam memahami cara penggunaannya.

Anda juga bisa menambahkan icon yang relevan untuk semakin memperjelas fungsi dari masing-masing bagian di dalam aplikasi.

4. Desain dan Ukuran yang Responsif

Ada banyak jenis perangkat yang digunakan masyarakat dengan ukuran layar yang berbeda, sehingga pastikan aplikasi Anda dapat dibuka di semua perangkat tanpa terkecuali.

Ini berarti, programmer atau developer aplikasi harus membuat aplikasi mobile dengan desain dan ukuran yang responsif agar bisa disesuaikan dengan perangkat yang digunakan user.

5. Pilihan Multi User dan Multi Device

Pertimbangkan untuk membuat sistem atau fitur multi user dan multi device untuk semakin memudahkan user menggunakan aplikasi Anda.

Untuk itu, Anda juga harus merancang proses registrasi yang memungkinkan user untuk memiliki akun yang dapat digunakan dalam dua atau lebih perangkat berbeda dalam proses membuat aplikasi mobile.

Jangan membuat proses registrasi atau login yang rumit mengingat banyak aplikasi yang mengharuskan user mengisi banyak sekali data sehingga malah membuat user malas melanjutkannya. Jika user harus mengisi data mereka lebih dari waktu 1 menit, maka Anda bisa langsung kehilangan banyak user potensial.

6. Platform yang Sesuai

Jangan bingung dengan banyaknya platform yang tersedia di internet. Pilih satu yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan serta tujuan utama Anda. Jangan sampai platform tersebut malah menyebabkan aplikasi mobile Anda tidak dapat berfungsi dengan baik.

Pastikan juga Anda sudah menggunakan kode generik yang tepat dan tipe produk yang benar untuk jenis aplikasi Anda.

7. Warna untuk Menyampaikan Pesan dengan Tepat

Warna bisa dipilih dan digunakan untuk menyasar tujuan tertentu. Misalnya warna hitam pada sebuah tombol pertama dan warna lebih cerah pada tombol lainnya, maka pesan yang akan tersampaikan: tombol pertama adalah tombol yang paling penting di antara semuanya.

Jangan gunakan warna yang berbeda untuk setiap tombol dan cobalah membuat perbedaan yang jelas antar tombol tersebut serta background yang digunakan. Pikirkan juga mengenai psikologi warna yang dipakai.

User umumnya cenderung menghindari tombol berwarna oranye karena persepsi umum tentang warna ini menciptakan sebuah rasa urgensi.

8. Label Icon

Agar tidak membuat user bingung mengenai fungsi setiap tombol berbeda, lebih baik berikan label yang jelas untuk setiap tombol atau icon.

9. Desain Sederhana

Sentuhan dan desain sangat penting dalam pembuatan aplikasi mobile modern karena hampir semua penggunaan aplikasi dilakukan dengan tapping (sentuhan) ke layar. Oleh karena itulah pastikan desain aplikasi mobile dirancang dengan sederhana.

Misalnya saja lokasi peletakan menu yang berada di atas, bawah ataupun samping kanan dan kiri sangat mempengaruhi kenyamanan pemakaian oleh user.

10. Feedback dan Evaluasi

Pihak yang langsung merasakan baik atau buruknya aplikasi mobile Anda adalah para user. Mereka berharap bisa menggunakan aplikasi yang merespon dengan cepat dan efektif.